*Predikat diraih Oktober 2025, kepala desa ingatkan soal sampah, kesehatan, keamanan, dan ketepatan bantuan sosial
CIANJUR–Kepala Desa Muaracikadu, Surahman SP.d menegaskan pentingnya menjaga dan terus meningkatkan status Desa Mandiri yang telah diraih Desa Muaracikadu pada Oktober 2025.
Status tersebut dinilai sebagai capaian strategis yang harus dipertahankan melalui komitmen bersama, khususnya dalam aspek kebersihan, kesehatan, keamanan lingkungan, serta kepedulian sosial masyarakat.
“Status desa mandiri ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan. Ini bukan hanya predikat, tetapi tanggung jawab bersama,” tegas Surahman, Dalam sambutan dalam acara rojaban, di mesjid Jami Darul Falah Cijulang. Sabtu (17/26), malam tadi.
Tekankan Kebersihan dan Ancaman Lingkungan

Salah satu indikator utama penunjang desa mandiri adalah kebersihan lingkungan. Karena itu, masyarakat diminta lebih disiplin dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Jangan biarkan sampah menumpuk, terutama sampah keluarga. Jangan dibuang sembarangan. Kalau memungkinkan, lebih baik dibakar atau dikelola dengan benar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke selokan yang dapat memicu penyumbatan aliran air dan berdampak langsung pada lingkungan.
“Jangan dibuang ke selokan, karena nantinya akan menumpuk di aliran Cisadea. Ini bisa menjadi ancaman, baik banjir maupun gangguan kesehatan,” tandasnya.
Waspadai Peredaran Obat Terlarang
Selain soal lingkungan, Surahman secara khusus menyoroti ancaman peredaran obat-obatan terlarang di wilayah desa. Ia menegaskan bahwa desa mandiri harus bersih bukan hanya secara lingkungan, tetapi juga secara sosial.
“Jangan sampai ada peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Desa Muaracikadu. Jika ada warga yang melihat atau mengetahui, segera laporkan kepada pihak desa,” tegasnya.
Menurutnya, pencegahan sejak dini sangat penting untuk melindungi generasi muda dan menjaga stabilitas keamanan desa.
Desa Mandiri Harus Minim Bantuan Sosial, Bukan Sebaliknya
Surahman, juga menyoroti persoalan bantuan sosial. Ia menegaskan, secara konsep, desa mandiri seharusnya memiliki tingkat ketergantungan bantuan sosial yang rendah.
“Ketika Desa Muaracikadu sudah menyandang status desa mandiri, seharusnya bantuan sosial itu sedikit, bukan malah banyak. Tetapi faktanya, di kita masih sangat banyak,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan evaluasi dan penataan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
Ajak Warga Peduli yang Benar-Benar Tidak Mampu
Dalam kesempatan itu, kepala desa juga mengajak masyarakat membangun kepedulian sosial, khususnya terhadap warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kita harus bersama-sama. Ketika melihat warga yang benar-benar tidak mampu, kita wajib peduli dan hadir untuk membantu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa semangat desa mandiri bukan berarti menutup mata terhadap kemiskinan, tetapi mendorong kemandirian disertai solidaritas sosial yang kuat.
Pilar Desa Mandiri Harus Dijaga Bersama
Selain kebersihan, keamanan, dan kepedulian sosial, status desa mandiri juga ditopang oleh faktor lain seperti kesehatan masyarakat, ketersediaan tenaga medis, infrastruktur jalan, dan stabilitas keamanan lingkungan.
“Kesehatan, ketersediaan dokter, infrastruktur jalan, keamanan, dan sektor lainnya harus terus kita perhatikan. Semua ini merupakan pilar desa mandiri,” jelasnya.
Ajak Warga Junjung Tinggi Predikat Desa Mandiri
Menutup pernyataannya, Kepala Desa Muaracikadu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menjunjung tinggi predikat desa mandiri demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan warga.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan menjunjung Desa Mandiri. Tanpa peran aktif warga, capaian ini tidak akan berarti,” pungkasnya.(rik)













