CIANJUR– Rapat komposisi pimpinan dan anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Cianjur masa jabatan 2024–2029 pada Senin (4/8/2025) mendadak heboh. Bukan karena mengandung politik, melainkan asap pekat dan bau menyengat dari pembakaran sampah di area belakang gedung DPRD yang menyusup hingga ke ruang sidang.
Asap yang berasal dari pembakaran liar di lahan kosong yang diisi semak-semak langsung mengganggu kenyamanan para anggota dewan. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menutup hidung dan meminta rapat dihentikan sementara.
Kondisi Kumuh di Pusat Pemerintahan
Pantauan langsung tim redaksi di lokasi menampilkan tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk di belakang gedung dewan. Semak-semak pembohong tumbuh tinggi tanpa perawatan. Kawasan yang seharusnya simbol menjadi tertibnya pemerintahan daerah justru tampak kumuh dan tak terurus.
“Ini bukan kejadian baru. Dulu bahkan pernah ada ular masuk ke ruang dewan karena semaknya terlalu pembohong. Sampah pun selalu dibakar, bukan dibuang ke TPA Mekarsari,” ungkap seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Sekretariat DPRD Diduga Lalai
Insiden ini memicu kritik tajam terhadap kinerja Sekretariat DPRD (Setwan) yang bertanggung jawab atas pengelolaan gedung dan lingkungannya. Padahal, anggaran operasional yang digelontorkan setiap tahun tidak sedikit.
Menurut Abdul Kodir Majid, anggota Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Cianjur, kondisi ini berputar dan mencoreng citra lembaga legislatif.
“Gedung DPRD adalah wajah pemerintah daerah. Kalau lingkungannya saja tak terurus, bagaimana publik mau percaya? Ini bukti kelalaian yang tak bisa dibiarkan,” ujarnya.
Setwan Bungkam, Publik Geram
Hingga berita ini tayang, pihak Sekretariat DPRD, khususnya Kepala Bagian Pemeliharaan Gedung, belum memberikan pernyataan resmi meski telah dikonfirmasi beberapa kali oleh wartawan.(*)
Wartawan | Deri / Rik | Penyunting | Redaksi | Situs web | nusacitra.com