CIANJUR. – Kuota sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Cianjur, tahun ini sebanyak 22 ribu. Hingga bulan April. Kantor Pertanahan Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini telah menyelesaikan sekitar 16 ribu.
Menurut Kepala Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur, Ara Komara Sujana, mengatakan, jumlah sertifikasi sertipikat PTSL yang belum selesai secara hitung-hitungan
tinggal sedikit. Sehingga, pada bulan ini program PTSL di Kabupaten Cianjur bisa saja dituntaskan.
“Kalau mau diselesaikan, bulan ini juga bisa kami selesaikan,” kata Ara, Jum’at (10/4/2026).
Dibanding daerah lain, lanjut Ara, pelaksanaan sertifikasi PTSL di Kabupaten Cianjur terbilang lebih cepat. Sebab, di daerah lain ada yang masih tahap persiapan.
“Di daerah lain itu ada yang baru pelantikan tim. Nah, kita sudah menyelesaikan hampir 16 ribu,” tuturnya.
Ara menyebutkan, program PTSL tahun ini relatif berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Pada tahun ini mulai dilaksanakan Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP) atau pengukuran tanah yang dilakukan secara lengkap.
Pelaksana pengukuran lengkap dilakukan pihak ketiga yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian ATR/BPN. Pengukuran dilaksanakan pada 2025 dan tahun ini mulai dilakukan proses sertifikasi.
“Tahun ini, ILASPP di Kabupaten Cianjur dilaksanakan di Kecamatan Cibinong tersebar di 14 desa. Ada sebanyak 72 ribu bidang tanah,” terangnya.
Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Cianjur mengusulkan kembali ILASPP. Saat ini tahapannya pada proses pengurusan.
“Kita masih kebagian sekitar 3 ribu hektare untuk ILASPP yang merupakan sisa 2025,” ungkap Ara.
Ara menyebutkan, desa-desa yang belum mendapatkan program PTSL sudah mulai mengajukan. Namun, kata Ara, pengajuannya masih terkendala teknis pengukuran.
“Paling nanti yang masuk (pengajuan PTSL) itu kami akan alokasikan dulu ILASPP-nya,” pungkasnya. (Yogi)












