CIANJUR – Upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran membuahkan hasil. Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) jenis Daihatsu berkapasitas 4.000 liter resmi diterima sebagai hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kabupaten Cianjur menjadi salah satu dari 14 daerah terpilih secara nasional dari total 53 kabupaten/kota yang mengajukan permohonan hibah armada damkar. Untuk wilayah Jawa Barat, hanya Kota Bekasi dan Kabupaten Cianjuryang berhasil lolos seleksi.
Hasil Silaturahmi dan Sinergi Antar Daerah
Wakil Bupati Cianjur, Ramzi, mengungkapkan bahwa hibah tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dan silaturahmi yang dilakukan beberapa bulan lalu dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Prosesnya sudah berjalan beberapa bulan. Saat ada agenda di Bappenas, saya bersama Kepala Baperida menyempatkan silaturahmi ke Balai Kota DKI. Dari obrolan soal sinergi daerah, akhirnya kami mengajukan satu unit mobil damkar,” ujar Ramzi kepada wartawan, Senin (29/12/2025).
Dari total unit yang dihibahkan Pemprov DKI Jakarta, terdiri atas armada berkapasitas 2.500 liter dan 4.000 liter, dan Cianjur memperoleh unit dengan kapasitas terbesar.
Nilai Ekonomis Tinggi, Kondisi Masih Layak Pakai
Ramzi menjelaskan bahwa mobil damkar tersebut merupakan unit bekas pakai karena adanya program peremajaan armada di DKI Jakarta. Meski demikian, kondisinya masih sangat layak operasional.
“Kalau unit baru, nilainya bisa mencapai Rp1,4 miliar. Ini masih sangat bagus dan akan kita servis kembali agar optimal digunakan di Cianjur,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa hibah ini merupakan bentuk dukungan nyata antar daerah dalam memperkuat layanan publik, khususnya di sektor kebencanaan.
Tambahan Armada, Tapi Masih Belum Ideal
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Joko Purnomo, menyebutkan bahwa tambahan satu unit tersebut membuat total armada damkar Cianjur kini berjumlah 13 unit.
Namun, jumlah tersebut masih belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan lapangan.
“Saat ini Cianjur memiliki 7 Unit Manajemen Kebakaran (UMK). Idealnya, masing-masing UMK memiliki dua armada. Artinya, kita masih kekurangan unit,” kata Joko.
Meski demikian, pihaknya mengakui hibah tersebut sangat membantu dalam meningkatkan daya jangkau dan kecepatan respons petugas damkar.
Harapan Tak Digunakan, Tapi Siap Siaga
Di akhir keterangannya, Wakil Bupati Ramzi menyampaikan harapan agar armada tersebut tidak sering digunakan, namun tetap siap siaga menghadapi kondisi darurat.
“Saya pribadi berharap mobil ini tidak pernah dipakai, begitu juga damkar lainnya. Artinya, kita tidak ingin terjadi kebakaran. Tapi kesiapsiagaan tetap harus maksimal,” pungkasnya.
Pemkab Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana kebencanaan, baik melalui APBD maupun dukungan lintas daerah, demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.(*)
Reporter | Deri | Editor | Redaksi | nusacotra.com













