Pengadaan Fiktif, Eks Direktur RSUD Sayang, Saat Ini Kasus Tersebut Gelap

by -0 views
Breaking News

CIANJUR, – Masih kentalnya birokrasi di Kabupaten Cianjur terkait dugaan pengadaan fiktif yang bernilai 10 miliar ini serta kerugian BLUD sekitar Rp2 miliar di kabupaten cianjur banyak sebagian pejabat masih terlihat duduk santai dengan kursi yang barunya.

Nama Irvan Nur Fauzi adalah tercatat seolah ia tenggelam bersama persoalan yang menyeret namanya di RSUD Sayang, ia justru muncul kembali menjabat sebagai Direktur RSUD Pagelaran. Artinya lebih menyerupai perpindahan lokasi daripada konsekuensi.

Geramnya publik saat ini, apakah memang ini sebagai bentuk kepercayaan dan kekosongan pilihan pigur yang sulit dihentikan?

Pasalnya di tempat barunya, Irvan kembali memegang kendali anggaran BLUD sehingga kini menjadi pusat persoalan.

Namun hingga kini, yang bersangkutan lebih memilih diam. Saat di Konfirmasi pihak media online dengan via Whatsup nya tak pernah kunjung dibalas,

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, mengatkan bahwa perkara tersebut sedang dalam proses dan upaya pengembalian kerugian tengah dilakukan bersama Kejaksaan Negeri ucapnya.

Sanksi yang dijatuhkan pun terlihat terbilang ringan, dengan penurunan golongan jabatannya. Sebuah hukuman administratif yang, ironisnya, yang bersangkutan masih tetap memimpin rumah sakit lain. Dengan logika, ini bisa dibaca sebagai teguran saja. Yang lebih mirip dengan kata formalitas.

Sementara upaya konfirmasi kepada bupati cianjur masih menemui jalan buntu. Mungkin untuk menjawab pertanyaan tersebut akan membuat tidak nyaman untuk dijawab.

Sementara di tengah semua itu, kini publik hanya bisa menyaksikan satu hal yang paling cepat bergerak bukan penyelesaian kasus, melainkan rotasi kursi. Sehingga orang lama yang diduga bermasalah masih tetap di sediakan kursi lengkap dengan meja, AC dan anggaran. (****) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *