BANDUNG – Keluarga Mahasiswa Sriwijaya Bandung Raya (KMS-BR) memperkuat silaturahmi dan jejaring antarmasyarakat Sumatera Selatan di perantauan dengan menemui salah satu senior Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKA Sumsel) Jawa Barat, Khoirullah, S.H., M.H.
Khoirullah yang akrab disapa Kak Irul juga merupakan salah satu pembina organisasi kemahasiswaan daerah asal Sumatera Selatan tersebut.
Pertemuan itu menjadi momentum bagi KMS-BR untuk mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus membangun komunikasi pascapelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) IX IKA Sumsel.
Tidak sekadar bersilaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan organisasi, peran mahasiswa Sumatera Selatan di perantauan hingga peluang membangun kolaborasi dengan berbagai elemen di Kota Bandung dan Jawa Barat.
Mahasiswa Harapkan Perhatian Pemprov Sumatera Selatan
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah mahasiswa Sumatera Selatan yang sebelumnya ikut berpartisipasi dalam kegiatan Mubes IX IKA Sumsel turut menyampaikan aspirasi.
Mereka mengungkapkan kekecewaan atas ketidakhadiran Gubernur Sumatera Selatan dalam kegiatan Mubes tersebut. Menurut keterangan KMS-BR, pada saat kegiatan berlangsung, Gubernur Sumatera Selatan disebut sedang berada di Kota Bandung.
KMS-BR berharap aspirasi itu dapat menjadi masukan konstruktif agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ke depan memberikan perhatian lebih besar terhadap mahasiswa asal Sumatera Selatan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Bandung dan Jawa Barat.
Bagi mahasiswa perantauan, dukungan pemerintah daerah dinilai tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pembinaan, komunikasi, pengembangan sumber daya manusia serta fasilitasi berbagai kegiatan positif mahasiswa.
Perkuat Hubungan Mahasiswa dengan Para Senior
Silaturahmi bersama Khoirullah juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan para senior dan tokoh masyarakat Sumatera Selatan di Jawa Barat.
Hubungan lintas generasi tersebut dipandang penting untuk memberikan ruang pertukaran pengalaman, pengetahuan serta membuka jaringan yang dapat mendukung pengembangan mahasiswa.
KMS-BR memandang mahasiswa di perantauan tidak hanya memiliki tanggung jawab menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan di daerah tempat mereka menempuh pendidikan.
Karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, organisasi masyarakat, alumni dan para senior diharapkan dapat menghasilkan program yang lebih konkret dan memberikan manfaat luas.
Khoirullah Dorong Kolaborasi dengan Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar
Dalam diskusi tersebut, Khoirullah, S.H., M.H. turut mendorong KMS-BR untuk memperluas jejaring dan tidak membatasi aktivitas organisasi hanya di lingkungan internal masyarakat Sumatera Selatan.
Menurutnya, terdapat peluang untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Bandung maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari kepemudaan, pendidikan, sosial, kebudayaan hingga kegiatan kemasyarakatan.
Mahasiswa asal Sumatera Selatan yang menempuh pendidikan di Bandung, menurutnya, memiliki kesempatan untuk menjadi bagian aktif dari kehidupan sosial masyarakat di Jawa Barat tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai daerah asal.
Dengan demikian, keberadaan mahasiswa perantauan tidak hanya memberikan manfaat bagi komunitasnya sendiri, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah tempat mereka belajar dan tinggal.
Dari Silaturahmi Menuju Program Konkret
KMS-BR berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas silaturahmi.
Komunikasi yang telah terbangun diharapkan dapat dilanjutkan melalui berbagai program konkret dengan melibatkan organisasi mahasiswa, IKA Sumsel, tokoh dan senior Sumatera Selatan serta berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat.
Program tersebut dapat diarahkan pada pengembangan kapasitas mahasiswa, kegiatan sosial, pelestarian dan promosi kebudayaan Sumatera Selatan, diskusi pendidikan, pengembangan kepemudaan hingga pengabdian kepada masyarakat.
Jejaring dengan para senior juga diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Organisasi
KMS-BR memandang kolaborasi antarlembaga merupakan salah satu kunci untuk membangun organisasi mahasiswa yang aktif, adaptif dan mampu memberikan dampak nyata.
Organisasi kemahasiswaan daerah tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya mahasiswa dengan latar belakang daerah yang sama, tetapi juga memiliki fungsi membangun solidaritas dan mengembangkan kapasitas anggotanya.
Karena itu, sinergi antara generasi muda dengan para senior dinilai penting agar organisasi mampu berkembang dan merespons kebutuhan mahasiswa di perantauan.
Pertemuan dengan Khoirullah diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komunikasi tersebut.
Bawa Semangat Sumatera Selatan di Tanah Rantau
Melalui semangat kekeluargaan, sinergitas dan kolaborasi, KMS-BR menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mahasiswa Sumatera Selatan di Bandung diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan masyarakat Sumatera Selatan dengan masyarakat Jawa Barat.
Pada saat yang sama, KMS-BR berharap perhatian terhadap mahasiswa perantauan juga semakin kuat, baik dari pemerintah daerah asal, organisasi masyarakat, alumni maupun para senior.
Dengan jejaring yang semakin luas, KMS-BR optimistis berbagai gagasan mahasiswa dapat dikembangkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan di perantauan sekaligus masyarakat Bandung dan Jawa Barat secara umum.
Semangat Sumatera Selatan di tanah rantau pun diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui ikatan kedaerahan, tetapi juga melalui karya, kolaborasi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.(**)












