Banjir Bandang Terjang Kampung Lebak Bulus, 10 Rumah Warga Terendam Lumpur

by -2 views
Breaking News

CIANJUR –Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, sejak Senin sore (4/8/2025), menyebabkan Sungai Ciobed meluap. Akibatnya, banjir bandang disertai lumpur menerjang Kampung Lebak Bulus, Desa Batulawang, merendam sedikitnya 10 rumah warga.

Hujan Deras Picu Luapan Sungai Ciobed

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Debit air Sungai Ciobed meningkat secara drastis, hingga tak mampu ditampung lagi dan meluap ke organisasi warga yang letaknya lebih rendah dari aliran sungai.

Kepala Desa Batulawang, H. Nanang Rohendi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi geografis kampung menjadi penyebab utama banjir masuk ke rumah warga.

“Hujan turun sangat deras, sehingga debit udara di Sungai Ciobed meningkat tajam dan meluap ke rumah warga. Posisi rumah mereka lebih rendah, jadi air langsung mengalir masuk ke dalam rumah,” terang H. Nanang.

Kerusakan dan Dampak Banjir

Air bercampur lumpur setinggi 20 sentimeter menggenangi rumah-rumah warga. Tujuh rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, sementara tiga rumah lainnya terdampak ringan. Tidak hanya organisasi, lahan persawahan milik warga juga terdampak luapan udara, menyebabkan kerugian pada sektor pertanian.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta.

Evakuasi dan Penanganan Darurat

Setelah banjir terjadi, aparat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Linmas, aparat TNI/Polri, serta warga setempat bergerak cepat ke lokasi. Mereka melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak dan membantu penanganan darurat.

Beberapa warga mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat aman di sekitar lokasi sambil menunggu kondisi membaik.

Upaya Pemulihan dan Tindak Lanjut

Pemerintah desa berencana melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan instansi terkait untuk mengajukan bantuan dan memulai proses pemulihan. Langkah jangka panjang pun akan dibahas, termasuk evaluasi sistem drainase dan mitigasi risiko banjir di wilayah tersebut.(*)

Wartawan | Deri / Rik | Penyunting | Redaksi | situs web | nusacitra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *