Kodim 0608 Cianjur Menggelar Kegiatan Diskusi Publik Dan Edukasi Untuk Ekonomi Rakyat

by -0 views
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 38;
Breaking News

CIANJUR – Kodim 0608 Cianjur menggelar kegiatan Diskusi Publik dan Edukasi dan RBUC Untuk Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa Melalui KDMP yang dilaksanakan di Gedung Kodim 0608 Cianjur, Rabu (22/2026).

Dalam kegiatan ini juga menegaskan komitmen TNI untuk senantiasa hadir di tengah kesulitan rakyat, Kodim 0608 Cianjur membuka diri sebagai ruang dialog bagi lintas sektor. Bekerja sama dengan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, digelar Diskusi Publik bertajuk, Dari Desa untuk Indonesia: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Rakyat.

Acara ini menjadi potret nyata keterbukaan institusi TNI dalam membangun sinergitas tanpa sekat. Dandim 0608 Cianjur, Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., menyatakan, bahwa markas Kodim adalah rumah bagi masyarakat untuk mencari solusi atas tantangan ekonomi, khususnya dalam penguatan koperasi sebagai tulang punggung desa.

“Sinergi bukan sekedar kata, tapi tindakan, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk berdiskusi agar program strategis seperti KDMP ini benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi rill di Cianjur, bukan hanya sekadar simbol,” ujar Letkol Inf. Bistok Barry Simarmata saat membuka acara.

Kolaborasi Menjawab Tantangan Lokal
Diskusi yang diinisiasi oleh Kodim 0608 Berkolaborasi dengan RBUC ini menghadirkan kolaborasi lengkap mulai dari Polres Cianjur, Sekda, Dinas Koperasi, BPN, hingga praktisi hukum dan asosiasi pedagang. Beberapa poin krusial yang dibedah meliputi:
Kepastian Hukum dan Lahan: Menanggapi kendala kepemilikan lahan minimal 1.000 meter persegi untuk KDMP, keterlibatan LBH dan BPN diharapkan mampu memitigasi sengketa dan memberikan perlindungan bagi pelaku ekonomi desa.

Revitalisasi Ekonomi: Dari 1.700 koperasi di Cianjur, hanya sekitar 300 yang aktif. Pemkab Cianjur bersama dinas terkait mendorong KDMP untuk tidak sekadar “papan nama”, tetapi aktif dalam rantai pasok program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemandirian di Atas Dana Stimulan: Forum menekankan pentingnya penguatan SDM yang amanah dan profesional agar KDMP mandiri melalui simpanan anggota, guna menghindari ketergantungan pada APBN atau Dana Desa yang berisiko menjadi “proyek politis”.

‘Satu Visi untuk Cianjur”

Pemerintah Kabupaten Cianjur yang diwakili oleh Sekda turut mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah konkret implementasi Perda No. 4 Tahun 2020 tentang Pengembangan Perkoperasian. Senada dengan itu, perwakilan RBUC menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kunci memangkas ketimpangan ekonomi desa-kota.

Diskusi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan KDMP sebagai pilar ekonomi yang inklusif, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta pedagang lokal di Kabupaten Cianjur. (Yogi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *