YOGYAKARTA — Puncak Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Yogyakarta menghadirkan penekanan berbeda: penguatan kualitas sumber daya manusia antikorupsi melalui pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi Penyuluh Antikorupsi (PAKSI).
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa tantangan pemberantasan korupsi kini semakin kompleks dan membutuhkan SDM yang adaptif serta kompeten di bidang literasi digital, komunikasi publik, dan pemberdayaan masyarakat.
“SKKNI baru dirancang agar PAKSI mampu bekerja mengikuti perkembangan teknologi informasi. Penguatan SDM adalah pondasi utama pencegahan korupsi,” jelasnya.
Peluncuran SKKNI Resmi Digelar di Bangsal Kepatihan
Peluncuran SKKNI menjadi salah satu agenda utama dalam puncak HAKORDIA 2025. Dokumen ini menjadi standar nasional bagi para penyuluh antikorupsi, sehingga program edukasi maupun kampanye publik di berbagai daerah dapat berjalan lebih profesional dan seragam.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran antikorupsi, dialog integritas, pertunjukan budaya, serta pelayanan masyarakat.
Indeks Integritas Naik: Pertanda Penguatan Tata Kelola
KPK mengumumkan skor SPI 2025 sebesar 72,32, naik dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini dinilai sebagai bukti kerja kolaboratif pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Gubernur DIY Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menilai bahwa peningkatan skor integritas harus berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran publik.
“Gerakan antikorupsi akan kuat jika masyarakat terlibat langsung dan merasakan manfaatnya,”ujarnya.
KPK Beri Apresiasi untuk Pejuang Integritas Daerah
Penghargaan diberikan kepada lima PAKSI & API terbaik, lima APH berintegritas, serta tiga Pemerintah Daerah dengan tata kelola terbaik.
Menuju Ekosistem Integritas Nasional
KPK berharap pembaruan SKKNI mampu memperkuat ekosistem integritas nasional dan menjadikan masyarakat lebih siap menghadapi modus korupsi yang semakin beragam.
“HAKORDIA bukan sekadar perayaan, melainkan momentum membangun SDM antikorupsi yang kuat dan adaptif,” tegas Setyo.(**)
Reporter | Beta.37| Editor | Redaksi | nusacitra.com












