Ricuh Warnai Final Sepak Bola Antar RW di Desa Rahong

by -50 views
Breaking News

CIANJUR – Laga grand final turnamen sepak bola antar-RW di Desa Rahong, Kecamatan Cilaku, harus berakhir dengan keributan. Pertandingan mempertemukan Citra B dari RW 05 melawan juara bertahan Tunas Muda dari RW 03, Minggu (31/08/2025).

Citra B Tampil Mengejutkan

Meski baru dibentuk dan dihuni para pemain muda berusia 14 hingga 15 tahun, Citra B tampil percaya diri. Mereka berhasil unggul lebih dulu lewat gol cepat di menit awal dan mempertahankan skor 1-0 hingga turun minum.

Dua Penalti untuk Tunas Muda

Memasuki babak kedua, Tunas Muda mendapat kesempatan emas melalui hadiah penalti. Namun eksekusinya gagal sehingga skor tetap 1-0.

Di pertengahan laga, tim tuan rumah kembali memperoleh penalti kedua. Kali ini tendangan berhasil dieksekusi dengan baik sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Hingga mendekati akhir babak kedua, kedua tim sudah menyiapkan daftar penendang untuk adu penalti. Namun, pertandingan mendadak ricuh akibat ulah oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Panitia dan pemerintah desa akhirnya memutuskan menghentikan laga demi keamanan.

Pejabat Desa dan Keamanan Hadir

Keributan tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat yang hadir di lokasi, di antaranya Kapolsek Cilaku beserta jajaran, Babinsa, Ketua Karang Taruna Desa Rahong Encep Muhtar, Sekretaris Karang Taruna Herdy, serta Ketua Karang Taruna Kecamatan dan jajarannya.

Ketua Karang Taruna Desa Rahong, Encep Muhtar, menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, panitia sudah menyiapkan acara final dengan konsep lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, setelah pertandingan, rencananya akan dilanjutkan dengan pertunjukan seni budaya pencak silat se-Desa Rahong.

“Sangat kecewa dengan adanya oknum suporter yang tidak bertanggung jawab. Padahal acara ini sudah dirancang semeriah mungkin, bahkan setelah final akan ada pagelaran seni budaya. Tapi karena keributan, semua dibatalkan,” ujar Cecep, didampingi Sekretaris Karang Taruna, Herdy.

Hal senada disampaikan Ketua PAC Pemuda Pancasila Cilaku yang juga hadir. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar turnamen berikutnya lebih tertib dan sportif.(*)

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *