CIANJUR — Suasana haru mewarnai kegiatan reses Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, di Aula Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung, Selasa (19/5/2026), saat aspirasi kelompok disabilitas disampaikan langsung di hadapan ratusan warga yang hadir.
Kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 tersebut menjadi momentum penyampaian berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, fasilitas umum, pemberdayaan ekonomi hingga perhatian terhadap kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Aspirasi Disabilitas Bikin Suasana Aula Hening
Momen paling menyentuh terjadi ketika Ketua DPC Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Cianjur, Ela Nurlaela, S.Pd., menyampaikan kondisi dan perjuangan komunitas disabilitas dalam menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Cianjur.
Dengan suara bergetar, Ela mengungkapkan bahwa selama ini kelompok disabilitas terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan. Namun di tengah perjuangan tersebut, perhatian dan dukungan yang diterima dinilai masih sangat minim.
“Kami selama ini berusaha hadir membantu masyarakat dan pemerintah daerah. Tetapi perhatian terhadap kelompok disabilitas masih sangat minim, bahkan bisa dikatakan hampir tidak pernah ada,” ujarnya.
Pernyataan tersebut membuat suasana aula mendadak hening. Sejumlah peserta reses tampak menundukkan kepala dan terharu mendengar perjuangan komunitas disabilitas yang bermarkas di Sekretariat DPC HWDI Kabupaten Cianjur di Jalan Terusan Jati KM 5, Kampung Pasir Sereh RT 03 RW 03, Desa Jati, Kecamatan Bojongpicung.
Metty Langsung Beri Bantuan Pribadi
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, secara spontan langsung memberikan bantuan pribadi kepada komunitas disabilitas di lokasi kegiatan. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap perjuangan kaum disabilitas di Kabupaten Cianjur.
Tindakan spontan Metty disambut tepuk tangan haru dari ratusan warga yang hadir. Beberapa peserta bahkan tampak meneteskan air mata menyaksikan momen tersebut.
Kepala Desa Sebut Metty Jadi Teladan Politisi
Kepala Desa Jati, Tedi Mulyadi, mengapresiasi langkah Ketua DPRD Cianjur yang dinilainya konsisten memperhatikan masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Bu Metty ini kalau tidak ada anggaran dari pemerintah, beliau sering menggunakan anggaran pribadinya untuk membantu rakyat. Ini menjadi teladan bagi politisi lain karena sangat jarang ada yang seperti itu,” katanya.
Ia berharap perhatian terhadap masyarakat kecil, termasuk kelompok penyandang disabilitas, dapat terus diperkuat sehingga pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Warga Sampaikan Beragam Aspirasi Pembangunan
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan lingkungan, fasilitas kesehatan, bantuan sosial, hingga peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Sebelumnya, Metty Triantika juga menggelar kegiatan reses di Desa Kademangan, Kecamatan Mande, yang disambut ratusan warga dengan pertunjukan gamelan seni karawitan Sunda pada Senin (18/5/2026).
Enam Desa Jadi Lokasi Reses Ketua DPRD
Dalam rangkaian reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Ketua DPRD Cianjur dijadwalkan melaksanakan kunjungan ke enam desa yang sebelumnya telah menerima realisasi aspirasi pembangunan daerah.
Beberapa lokasi tersebut di antaranya Desa Kademangan, Kecamatan Mande, yang mendapatkan bantuan pembangunan puskesmas, Desa Jati Kecamatan Bojongpicung dengan bantuan sumur bor, serta Desa Sukatani Kecamatan Haurwangi yang telah menerima bantuan hotmix jalan.
Selain itu, Desa Cikondang Kecamatan Bojongpicung juga memperoleh bantuan pembangunan puskesmas, Desa Jamali Kecamatan Mande mendapat bantuan hotmix jalan lingkungan, serta Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu menerima bantuan pemasangan gratis KWH listrik.
Rangkaian kegiatan reses dijadwalkan berlangsung hingga 25 Mei 2026 dengan melibatkan masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, serta unsur kelembagaan desa setempat.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan di Kabupaten Cianjur. (dkh)













