CIANJUR — Ribuan jemaah dari berbagai lapisan masyarakat memadati kawasan Salakopi, tepatnya di depan Citimall Cianjur, Desa Bojongherang, Kecamatan Cianjur, dalam kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama bertajuk “Cianjur Peduli Pulau Sumatera”, Minggu (28/12/2025).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dihadiri Bupati hingga Tokoh Agama
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati Ramzi, jajaran Forkopimda Cianjur, para tokoh ulama, pimpinan ormas Islam, serta ribuan jemaah yang datang dengan semangat kebersamaan.
Kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan ini menjadi simbol dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Cianjur terhadap gerakan kemanusiaan berbasis umat.
Target Donasi Rp500 Juta untuk Korban Bencana
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat BAZNAS Kabupaten Cianjur, KH. Aden Ali Abdullah, M.Pd.I, menjelaskan bahwa tabligh akbar ini menjadi momentum strategis dalam menghimpun donasi kemanusiaan.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan penuh antusias. Ini bukti nyata kepedulian masyarakat Cianjur terhadap saudara-saudara kita di Sumatera. BAZNAS berkomitmen menyalurkan amanah ini secara langsung ke wilayah terdampak,” ujar KH. Aden, Senin (29/12/2025).
BAZNAS menargetkan pengumpulan donasi sebesar Rp500 juta yang akan disalurkan secara bertahap ke lokasi bencana.
Dana Terkumpul Rp241 Juta, Distribusi Tahap Awal Awal Januari
Sementara itu, Wakil Ketua MUI Kabupaten Cianjur, H. Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa hingga pukul 09.15 WIB, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp241 juta.
“Kegiatan ini diinisiasi MUI bersama konsorsium ormas Islam, OKP, mahasiswa, dan majelis taklim. Meski target belum sepenuhnya tercapai, kami tetap akan berangkat ke Sumatera pada 3 Januari 2026 untuk menyalurkan bantuan tahap awal,” jelasnya.
Menurutnya, tabligh akbar ini merupakan puncak dari rangkaian aksi penggalangan dana yang sebelumnya dilakukan secara mandiri oleh berbagai elemen masyarakat di Cianjur.
Semangat Ta’awun dan Balas Budi Antar Daerah
H. Ahmad Yani menegaskan bahwa aksi “Cianjur Peduli” lahir dari nilai ta’awun (tolong-menolong) dan rasa balas budi antar sesama anak bangsa.
“Ketika Cianjur tertimpa musibah, saudara-saudara kita dari Sumatera hadir membantu. Hari ini, kita membalasnya dengan empati dan kepedulian. Inilah wujud ukhuwah dan tanggung jawab moral umat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Cianjur kembali menegaskan diri sebagai daerah yang responsif, religius, dan aktif dalam gerakan kemanusiaan berskala nasional. (dkh/Rik)















