BEM PTNU Siap Kawal Pertanian dan Energi: “Kami Tidak Akan Diam”

by -78 views
Breaking News

Jakarta, 29 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Se-Nusantara menegaskan komitmennya untuk mengawal sektor pertanian dan energi Indonesia.

Sikap ini disampaikan Direktur Pertanian dan Energi BEM PTNU, M Nadhim Ardiansyah, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam acara Akad Massal 26 ribu unit KPR FLPP.

Sistem Pangan Nasional

Dalam pidatonya, Presiden menyebut Indonesia mencatat produksi padi tertinggi dalam sejarah, namun juga mengakui sistem pangan nasional masih rapuh dan penuh kebocoran.

“Produksi tinggi tak selalu berarti pangan aman. Ketersediaan tidak selalu menjamin kesejahteraan. Karena dalam sistem yang keropos, angka-angka bisa menjelma ilusi. Yang panen besar bukan petani, tapi para tengkulak dan penguasa logistik,” kata Nadhim.

Menurutnya, swasembada pangan dan energi tidak cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi juga harus menyentuh distribusi, tata kelola, dan keberpihakan.

“Keberhasilan sektor pertanian dan energi harus dikawal dari meja rapat hingga lahan tani, dari sumur minyak hingga rumah rakyat. Kami mendukung langkah Presiden memerangi korupsi. Ketika pangan bocor, yang lapar adalah rakyat. Ketika energi diselewengkan, yang gelap adalah masa depan,” tegasnya.

Dikuasasi Negara

BEM PTNU menegaskan, mahasiswa tidak akan berdiam diri. Sesuai amanat UUD 1945, bumi, air, dan kekayaan alam harus dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.
“Kami siap mengawal. Kami siap berdiri. Kami tidak akan diam,” pungkas Nadhim.(***

Reporter | Rie’an | Editor | Redaksi | nusacitra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *