CIANJUR,– Jaringan Intelektual Muda Cianjur (JIM) tengah menyiapkan berkas pelaporan terkait dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran makan dan minum (mamin) di tubuh Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Cianjur. Anggaran yang dinilai fantastis ini dipertanyakan transparansinya oleh JIM.
Audiensi Tak Membawa Hasil
Ketua JIM, Alif, mengungkapkan bahwa audiensi yang telah dilakukan bersama perwakilan birokrasi Sekwan pada Kamis (25/9) lalu, tidak menghasilkan kejelasan apapun.
“Hasil audiensi kemarin tidak membuahkan apa-apa, sehingga kami menduga ada hal yang ditutupi,” kata Alif.
Ia menambahkan, pihaknya menagih janji Sekwan yang berkomitmen untuk mempersiapkan data terkait anggaran mamin, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
Desakan Keterbukaan Publik
JIM mendesak Sekretariat DPRD Cianjur untuk membuka data secara transparan agar masyarakat bisa turut mengawasi penggunaan anggaran tersebut.
“Kami meminta adanya keterbukaan publik secara lengkap, supaya jelas ke mana anggaran ini digunakan,” ujar Alif.
Anggaran Diduga Tidak Wajar
Berdasarkan penelusuran JIM melalui aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup), ditemukan beberapa pagu anggaran makan minum di Sekretariat DPRD Cianjur dengan nilai mulai dari Rp10,6 juta hingga Rp81,1 juta per kegiatan.
Menurut Alif, nilai tersebut bukan jumlah yang kecil dan perlu dipertanyakan kesesuaiannya dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi serta kepatutan penggunaan anggaran, terutama karena bersumber dari APBD atau uang rakyat.
“Kami mempertanyakan apakah alokasi dan realisasinya wajar serta tidak berlebihan,” tegasnya.
Pertanyakan Dokumen Anggaran
Lebih jauh, JIM juga menuntut kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan mamin di Sekretariat DPRD Cianjur. Mereka meminta akses terhadap Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk menelusuri detail alokasi belanja mamin di setiap kegiatan.
“Kami ingin melihat alokasi detail belanja mamin dalam setiap kegiatan. Ini penting agar publik tidak hanya tahu jumlah besarnya, tetapi juga pemanfaatannya,” pungkas Alif.(*)
Reporter | Deri | Editor | Redaksi | nusacitra.com














