CIANJUR – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah santri di Kecamatan Cidaun. Ia menduga makanan yang dikonsumsi sudah melewati masa layak santap.
“Ya, kemungkinan makanan sudah lewat waktu tidak baik dimakan,” ujarnya saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Sabtu (23/8/2025).
I Made memastikan, seluruh santri yang sempat sakit kini sudah tertangani dengan baik. “Untuk yang diduga keracunan makanan, alhamdulillah sudah tertangani. Saat ini para pasien sudah sehat kembali,” tegasnya.
Diberitakan Sebelumnya
Sebanyak 11 santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Qur’an Asatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu bergizi gratis (MBG) pada Kamis (21/8/2025).
Gejala Usai Menyantap Makanan
Dokter Puskesmas Cidaun, dr. Vivi, menjelaskan para santri mengalami gejala mual, muntah, dan pusing. “Mereka memastikan gejala keracunan, namun kami belum bisa menyebabkannya pasti,” katanya.
Santri Sebut Saus Diduga Bermasalah
Seorang santriwati bernama Amara (17) menuturkan, keluhan mulai dirasakan usai salat Dzuhur. Padahal, sekitar pukul 10.00 WIB mereka baru saja mengonsumsi makanan dari dapur MBG. “Yang terasa basi itu sausnya, soalnya baunya menyengat,” ungkapnya.
Penanganan Medis
Sebanyak 11 santri mendapatkan perawatan di Puskesmas Cidaun. Satu di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih dalam observasi. Adapun beberapa santri yang hanya mengalami mual ringan mendapat pengobatan seadanya di pondok pesantren.(*)













