Nelayan Tenggelam, Pemerintah Diam: Jayanti Menjerit Minta Kolam Labuh

by -14 views
Breaking News

CIANJUR – Suara ombak bukan satu-satunya yang membuat resah nelayan di Pantai Jayanti. Di balik gemuruh laut, ada jeritan yang terus terabaikan: permintaan sederhana untuk kolam labuh yang layak.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur, Relly Herajaya, mengungkapkan bahwa karamnya perahu nelayan setiap musim bukan lagi insiden biasa, tapi bencana yang terus dibiarkan.

“Kolam labuh sudah tak mampu menampung jumlah perahu yang terus bertambah. Saat ombak besar datang, perahu-perahu itu jadi korban. Nilai kerugian mencapai puluhan juta per unit, dan itu terjadi setiap tahun,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Menurut Relly, para nelayan kini terpaksa menambatkan perahu mereka di laut terbuka karena kolam labuh penuh. Ini sangat berisiko, apalagi saat musim angin selatan, ombak tinggi menghantam perahu tanpa ampun.

HNSI Cianjur telah beberapa kali mengajukan permohonan perluasan kolam labuh kepada pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Namun, semua masih sebatas janji dan studi. Tak ada wujud nyata yang melindungi mata pencaharian para nelayan.

“Kami tidak minta banyak, hanya tempat aman untuk menyandarkan perahu. Tapi nyatanya, nyawa dan penghidupan nelayan tampaknya belum jadi prioritas,” tegas Relly.

Nelayan Jayanti kini menunggu lebih dari sekadar simpati. Mereka menanti aksi nyata. Jika tak segera dibangun kolam labuh baru, laut bukan lagi tempat mencari nafkah—melainkan tempat kehilangan segalanya.(*)

Reporter | Gus/Deri | Editor | Redaksi | Website | nusacitra.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *