
CIANJUR — Dalam upaya mendorong lahirnya talenta sepak bola muda, Mandiri Asep Farhan (MAF) berkolaborasi dengan Putra Cianjur (PC) menggelar Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) 2025 bersamaan dengan perayaan Anniversary MAF Tunas Harapan ke-1 di Lapangan Badak Putih, Kabupaten Cianjur, Sabtu (23/8/2025).
Ajang ini sekaligus menjadi kualifikasi Piala Kemenpora tingkat Kabupaten menuju Jenjang Provinsi. Tercatat 48 tim ambil bagian dan dibagi ke dalam dua kelompok usia: U-10 dan U-12. Pertandingan berlangsung selama dua hari dengan sistem setengah kompetisi.
Dorong Pembinaan, Target Jadi Agenda Tahunan
Ketua Pelaksana Asep Farhan menyebut antusiasme peserta sangat tinggi dan diharapkan gelaran ini menjadi kegiatan rutin.
“Kegiatan diikuti 48 tim dengan sistem setengah kompetisi selama dua hari. Harapannya, ke depan akan dijadikan agenda tahunan,” ujarnya.
Asep menambahkan, selain tim-tim dari Kabupaten Cianjur, terdapat partisipasi dari Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi. Sementara Bandung dan Bogor menyatakan minat, namun urung berpartisipasi karena berbenturan dengan agenda lain.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan event ini,” kata Asep. Ia menegaskan kelancaran acara sejak persiapan hingga pelaksanaan tak lepas dari dukungan masyarakat, khususnya Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Tak Hanya Skill, Karakter Jadi Fondasi
Wakil Ketua Pelaksana yang juga Ketua Putra Cianjur, Andulah Muiz Ali, menekankan pentingnya mengukur kualitas pembinaan di tiap klub atau Sekolah Sepak Bola (SSB).
“Bukan hanya skill dan jam terbang yang dibutuhkan untuk menjadi atlet berprestasi, tetapi juga karakter sportif, kerja keras, pantang menyerah, disiplin tinggi, dan kerja sama tim yang optimal,” tegasnya.
Menuju Seri Nasional
Penyelenggara menyebut Piala Kemenpora 2025 tingkat kabupaten ini menjadi bagian dari rangkaian menuju seri nasional. Puncak seri nasional rencananya akan berlangsung di Kota Karawang pada September mendatang.
Dengan dukungan berbagai pihak, turnamen ini diharapkan menjadi titik awal ekosistem pembinaan usia dini yang berkelanjutan di Cianjur dan sekitarnya, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya bibit pesepak bola masa depan Indonesia.(*)
Reporter | Deri | Editor | Redaksi | nusacitra.com















