CIANJUR — Sebanyak 295 pasien menjalani operasi katarak dalam kegiatan bakti sosial kesehatan mata yang digelar di Selasar Gedung Stroke Center RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak dan membutuhkan bantuan untuk mendapatkan tindakan medis.
Direktur RSUD Sayang Cianjur, dr. Hj. Yuli Hendriyani, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
“Katarak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan produktivitas, bahkan mempengaruhi kualitas hidup pasien dan keluarganya,” ujarnya.
Menurut Yuli, melalui bakti sosial ini, RSUD Sayang berupaya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan mata yang aman dan berkualitas.
Dari 305 Pendaftar, 295 Pasien Jalani Operasi
Yuli menjelaskan, kegiatan tersebut awalnya direncanakan menyasar sekitar 340 pasien. Namun berdasarkan data pada hari pelaksanaan, tercatat 305 orang mendaftar untuk menjalani operasi katarak.
Setelah melalui pemeriksaan awal, sebanyak 10 pasien ditunda tindakan operasinya berdasarkan hasil pemeriksaan ketajaman penglihatan atau penglihatan dan pemeriksaan fisik.
Dengan demikian, sebanyak 295 pasien menjalani operasi pada hari pertama kegiatan.
Yuli menegaskan, pemeriksaan awal merupakan tahapan penting untuk menentukan kelayakan pasien menjalani tindakan medis. Keputusan operasi harus mempertimbangkan diagnosis, kondisi mata, kesehatan umum pasien, serta hasil penilaian tim dokter.
Proses pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan tindakan medis yang diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Perawatan Pasc operasi Tetap Jadi Perhatian
Pelayanan kesehatan mata, kata Yuli, tidak berhenti setelah pasien menjalani operasi. Pemantauan kondisi mata, edukasi mengenai perawatan pascaoperasi, dan kontrol sesuai jadwal dokter juga menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Tahapan tindak lanjut diperlukan untuk memantau perkembangan kondisi pasien sekaligus membantu tenaga medis mendeteksi kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi.
Oleh karena itu, pasien diharapkan mengikuti petunjuk perawatan dan jadwal kontrol yang diberikan oleh tim medis setelah menjalani tindakan.
Pada Minggu (11/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan atau tindak lanjut pasien sesuai agenda penyelenggara.
Kolaborasi Empat Pihak Dukung Pelayanan Kesehatan Mata
Kegiatan bakti sosial tersebut terselenggara melalui kolaborasi Yayasan Selaras, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Bakti BCA, dan RSUD Sayang Cianjur sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tempat kegiatan dilaksanakan.
Kerja sama antara lembaga sosial, organisasi profesi kedokteran, dunia usaha, dan rumah sakit daerah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mata yang dibutuhkan.
Kolaborasi lintas lembaga juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap tindakan medis.
Yuli berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para pasien, khususnya dalam mendukung pemulihan fungsi penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Ia juga berharap kerja sama serupa dapat terus dikembangkan dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kegiatan, kebutuhan masyarakat, ketersediaan sumber daya, serta dukungan para mitra.
Melalui kegiatan ini, RSUD Sayang Cianjur berharap upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan mata dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan. (dkh)















