CIANJUR – Memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Idul Fitri 1447 H, Polres Cianjur menggelar Apel Gabungan persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di lapangan Mako Polres Cianjur. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Perdian, Dandim 0608/Cianjur, serta jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Cianjur.
Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari ke depan dengan melibatkan ribuan personel dari berbagai instansi terkait untuk menjaga kondusivitas di wilayah hukum Kabupaten Cianjur.
Penempatan Personel dan Fasilitas Pos Terpadu
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., menegaskan bahwa strategi pengamanan tahun ini akan lebih mendekatkan polisi dengan masyarakat. Dua per tiga kekuatan personel Polri akan diterjunkan langsung ke lapangan.
“Kami menyiagakan belasan Pos Pengamanan (PAM), belasan Pos Pelayanan, serta satu Pos Terpadu yang akan dihuni bersama berbagai institusi, mulai dari Pramuka, Basarnas, Dishub, Satpol PP, hingga jajaran Kodim,” jelas Kapolres usai apel gabungan.
Seluruh kendaraan operasional milik Polres Cianjur juga akan dikerahkan secara maksimal. “Kendaraan kami full keluar semua. Ini dari Cianjur untuk masyarakat Cianjur, serta bagi mereka yang datang dari luar daerah untuk kepentingan apa pun,” tegasnya.
Antisipasi Kemacetan dan Larangan Kendaraan Berat
Guna mengantisipasi kemacetan menjelang dan pasca Lebaran, Polres Cianjur telah menyiapkan unit roda dua dan roda empat untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Selain itu, mulai H-7 Lebaran, pembatasan kendaraan berat akan diberlakukan di jalur arteri.
“Kendaraan bersumbu lebih dari dua atau roda enam ke atas dilarang melintas, kecuali pengangkut kebutuhan pokok, BBM, dan alat kesehatan. Kami juga menyediakan layanan pengaduan melalui nomor 110 secara gratis dan nonstop 24 jam. Jika diperlukan, kami siap memberikan pengawalan mulai dari H-7 hingga H+7,” tambah AKBP Alexander.
Terkait fenomena travel gelap, Kapolres menyatakan akan melakukan penegakan hukum secara adil. Menurutnya, pelayanan transportasi resmi harus diutamakan, namun aturan tetap akan ditegakkan secara seimbang.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Cianjur
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Perdian, memberikan apresiasi atas kesiapan seluruh personel gabungan. Ia berharap sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Dishub, Satpol PP, PMI, hingga Damkar dapat memberikan rasa aman bagi pemudik.
“Hari ini adalah wujud sinergi seluruh institusi sekabupaten Cianjur. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hari. Semoga berjalan lancar, dan seluruh pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat untuk berkumpul bersama keluarga,” pungkas Bupati.
Operasi Ketupat Lodaya 2026 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mencegah potensi gangguan keamanan selama masa libur panjang Idul Fitri di wilayah Cianjur. (*)
Reporter | Deri | Editor | Redaksi | nusacitra.com













