JAKARTA — Sosok Yenita Sari, S.H., M.H. kembali menjadi sorotan publik. Jaksa perempuan yang dikenal berintegritas tinggi ini berhasil mengungkap mega korupsi proyek Tol Cisundawu yang merugikan negara hingga Rp 329,7 miliar. Atas kiprahnya tersebut, ia kini masuk dalam daftar kandidat penerima Adhyaksa Awards 2025, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada insan kejaksaan berprestasi.
Perjalanan Karier dan Keberanian Ungkap Kasus Besar
Nama Yenita mulai dikenal luas ketika menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumedang. Di tengah proses pembangunan Tol Cisundawu yang menjadi proyek strategis nasional, ia memimpin tim penyidik membongkar praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pihak berpengaruh di Jawa Barat.
“Penanganan perkara korupsi cisumdawu setelah proyek pembangunan jalannya selesai, namun dalam hal pengadaan tanahnya diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum dalam hal proses ganti rugi,” Kata yenita.
Kasus tersebut bukan hanya bernilai fantastis, tetapi juga penuh risiko. Yenita harus menghadapi ancaman, fitnah, hingga tekanan politik yang mencoba menggagalkan proses hukum. Bahkan, dinamika budaya lokal yang kuat di Sumedang disebut turut mewarnai perjalanan penyidikan kasus tersebut.
Integritas Jadi Kunci
Meski berada di tengah badai tekanan, Yenita tetap teguh memegang prinsip. Baginya, amanah jabatan bukan sekadar formalitas.
“Selama kita di jalur yang benar, tidak ada yang perlu ditakutkan,” ungkapnya.
Prinsip ini menjadi kunci yang membuatnya konsisten dan fokus pada tujuan utama: menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Satu-Satunya Jaksa Perempuan di Katagori Jaksa Tangguh Dalam Pemberantasan Korupsi.
Adhyaksa Awards 2025 menyeleksi puluhan jaksa dari berbagai wilayah Indonesia. Dari daftar tersebut, Yenita menjadi satu-satunya jaksa perempuan yang masuk nominasi, menjadikannya figur inspiratif di tengah dominasi jaksa laki-laki di ranah penegakan hukum.
Kiprahnya dianggap mencerminkan semangat Kejaksaan RI dalam mendorong pemberantasan korupsi sekaligus penguatan peran perempuan di sektor hukum nasional. dan juga bisa menjadi cambuk bagi para jaksa-jaksa perempuan, dalam menjalankan tugas penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.
“Saya berharap kedepan, akan bermunculan jaksa-jaksa perempuan hebat dalam pencegahan dan penindakan korupsi” harap Yenita.
Menuju Penghargaan Tertinggi
Kini, dengan jabatan barunya sebagai Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Perdata di Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDATUN), reputasi Yenita semakin menguat. Publik menunggu momen penganugerahan Adhyaksa Awards 2025 untuk melihat apakah sosok yang dikenal tegas dan humanis ini akan meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Apapun hasilnya, kisah Yenita Sari telah menginspirasi banyak kalangan — bahwa integritas dan keberanian tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Komisi Kejaksaan Pujiyono Suwadi menyatakan ada 35 kandidat yang masuk daftar seluruh kandidat penerima penghargaan Adhyaksa Awards 2025. Nama-nama itu hasil seleksi ketat dari ribuan usulan masyarakat maupun internal kejaksaan. Pemenang Adhyaksa Awards 2025 akan diumumkan pada Agustus mendatang.
“Dari 70 besar, kami kerucutkan menjadi 35 kandidat. Mereka diharapkan mencerminkan nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa dalam pengabdian, keberanian, dan keadilan,” ujar Pujiono.(*)
Reporter | Rik | Editor | Redaksi | Website | nusacita.com