CIANJUR – Jaringan Intelektual Muda (JIM) Cianjur menemukan dugaan adanya paket pekerjaan dengan nominal fantastis di tubuh Sekretariat DPRD Kabupaten Cianjur. Temuan ini disampaikan pada Senin (8/9/2025), di tengah ramainya gejolak isu pembubaran DPR dan pernyataan kontroversial Ketua DPRD Cianjur.
Paket Tender Rp1,4 Miliar
Koordinator JIM, Alief Irfan, menjelaskan bahwa dugaan tersebut terkait paket tender pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor yang mencakup ruangan interior Ketua DPRD, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, ruang gabungan komisi, fraksi, hingga pemeliharaan beberapa ruangan di Gedung DPRD Cianjur.
Berdasarkan data yang diperoleh, paket tender dengan kode RUP 60115458 ini bersumber dari APBD, dibuat pada 28 Juli 2025. Jenis pengadaan berupa pekerjaan konstruksi dengan total nilai pagu sebesar Rp1.400.000.000,00 dan nilai HPS Rp1.399.955.057,72.
Dinilai Tidak Selaras dengan Kondisi Masyarakat
Menurut Alief, anggaran besar tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi masyarakat Cianjur saat ini. Ia menilai DPRD lebih fokus mempercantik ruangan kerjanya dibandingkan nasib memperhatikan warga.
“Kami menilai paket konstruksi ini tidak selaras dengan kondisi masyarakat Cianjur, di mana daya beli semakin menurun. Belum lagi banyak korban pergeseran tanah di Kecamatan Pagelaran, Tanggeung, Agrabinta, dan wilayah lain, yang seharusnya menjadi titik fokus pemerintah daerah, khususnya DPRD,” tegasnya.
JIM menilai temuan ini memperkuat asumsi masyarakat terkait desakan pembubaran DPRD dan tuntutan agar Ketua DPRD Cianjur turun dari jabatannya.
Kritik untuk Ketua DPRD
Lebih lanjut, JIM menilai Ketua DPRD tidak peka terhadap persoalan rakyat kecil “Sejatinya DPRD harus menjembatani aspirasi masyarakat, bukan hanya sibuk menyamankan ruangan kerja. Yang terlihat saat ini justru gaya flexing,” kata Alief.
JIM pun berkomitmen untuk terus mendesak Ketua Badan Anggaran (Banggar) dan DPRD agar melakukan evaluasi besar-besaran. “Kami menuntut Ketua DPRD Cianjur untuk segera mundur, karena kami menduga dia tidak memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Belum Ada Tanggapan Resmi
Saat dikonfirmasi, Sekretaris DPRD (Setwan) Kabupaten Cianjur, Pratama Nugraha Ermawan, yang juga pejabat struktural di Sekretariat DPRD, belum memberikan jawaban meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.(*)
Wartawan | Deri | Penyunting | Redaksi | nusacitra.com













