CIANJUR – Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat (AMAR) menggelar kegiatan berbagi dan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan diskusi kritis bertajuk “Rakyat Menjerit: Ekonomi Sulit, Pengangguran Meningkat – Refleksi Sosial Ekonomi di Kabupaten Cianjur.” Kegiatan yang berlangsung di Km 95 Caffe pada Rabu (11/03/2026) ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa, elemen masyarakat, dan pemangku kebijakan.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cianjur, Bapperida Cianjur, Dinas Sosial, serta berbagai organisasi mahasiswa termasuk PMII. Turut hadir pula Hendi Mulyana, Ketua DPD PAN sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, sebagai bentuk dukungan terhadap ruang aspirasi publik.
Soroti Krisis Sosial dan Ketimpangan Ekonomi
Panitia kegiatan, Adi Otong, menyampaikan bahwa diskusi ini lahir dari keresahan terhadap berbagai persoalan sosial yang kian meruncing di Cianjur. Ia menyoroti beberapa kasus tragis yang mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang kian terjepit.
Salah satu yang ditekankan adalah peristiwa memilukan pencurian labu yang berujung pada tindakan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Adi menilai hal ini adalah potret nyata betapa sulitnya tekanan hidup di tingkat akar rumput. Selain itu, AMAR juga menyentil isu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan hangat di media, yang dinilai tidak sepenuhnya pro-rakyat.
“Berdirinya AMAR bertujuan untuk menjadi wadah perjuangan bagi masyarakat kecil serta membela kelompok yang lemah. Melalui forum ini, kita membuka ruang diskusi untuk bertukar pikiran terkait persoalan sosial dan mencari solusi bersama,” ujar Adi Otong dalam keterangannya.
Wadah Perjuangan Masyarakat Kecil
AMAR menegaskan eksistensinya sebagai penyambung lidah bagi mereka yang tidak terdengar. Forum refleksi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang curhat, tetapi juga menghasilkan gagasan konkret untuk mengatasi tingginya angka pengangguran dan kesulitan ekonomi di wilayah Kabupaten Cianjur.
Keterlibatan berbagai instansi pemerintah dalam diskusi ini diharapkan dapat memberikan perspektif kebijakan yang lebih solutif bagi permasalahan yang ada di lapangan.
Dukungan dari Legislatif
Ketua DPD PAN sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Hendi Mulyana, menyambut positif inisiatif yang dilakukan oleh AMAR. Ia menilai gerakan mahasiswa yang tetap kritis dan peduli terhadap isu kerakyatan sangat dibutuhkan sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Diskusi seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong kesadaran kolektif serta memperkuat peran mahasiswa dan masyarakat dalam merespons berbagai persoalan sosial dan ekonomi di Kabupaten Cianjur,” tutur Hendi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama, mempererat silaturahmi antar-elemen yang hadir sembari melanjutkan perbincangan mengenai masa depan Cianjur yang lebih inklusif bagi rakyat kecil.(*)
Reporter | Deri | Editor | Redaksi | nusacitra.com













