CIANJUR, Nusacitra.com – Ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Cianjur mengikuti tes kesehatan dan tes fisik persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat tahun 2026. Kegiatan pemantauan dan pengujian ini menjadi langkah krusial penyaringan sekaligus penjamin kesiapan fisik dan medis para calon wakil daerah di Gedung Generasi Muda ( FGM) Cianjur, Senin (11/5/2026).
Bukan sekadar rutinitas pembinaan, ini langkah menuju pintu gerbang utama untuk memetakan kualitas atlet yang membawa nama Cianjur di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi. Beragam cabang olahraga mulai dari cabang permainan, bela diri, atletik, hingga nomor perorangan dan beregu, semuanya menjalani uji coba yang kini dirancang jauh lebih ketat dan mengacu pada standar resmi pembinaan olahraga prestasi.
Bupati Cianjur, dr. Mohamad Wahyu Ferdian, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung persiapan ini. Ia menyebutkan, pemeriksaan ini dilakukan secara bersama-sama antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cianjur dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang melibatkan atlet, pelatih, hingga tenaga pendamping teknis.
“Hari ini kita bersama KONI dan OPD terkait melaksanakan pemeriksaan fisik kepada atlet, pelatih, tenaga teknis, dan semua pihak yang bersangkutan dalam persiapan Porprov XV Jawa Barat 2026,” ujar Wahyu di lokasi kegiatan Senin 11 Mei 2026.
“Selain itu, kegiatan ini dibarengi dengan pemberian insentif bagi atlet, pelatih, dan tenaga teknis untuk tujuh bulan ke depan. Kami harap ini bisa meningkatkan semangat dan motivasi para atlet, serta membuat ekosistem olahraga prestasi di Kabupaten Cianjur terus meningkat kemampuannya dan membangun semangat juang untuk menjadi juara di ajang Porprov nanti,” tambahnya.
Wahyu juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menanggung sepenuhnya seluruh biaya kegiatan ini secara cuma-cuma bagi peserta. Bahkan, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp1 miliar khusus untuk persiapan Porprov kali ini, sebuah langkah yang dinilainya belum pernah dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan pemeriksaan fisik ini, dan seluruh biayanya kami gratiskan. Kami juga telah menggelontorkan dana sebesar Rp1 miliar untuk persiapan ini—hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mudah-mudahan langkah ini bermanfaat besar bagi atlet dan sistem pembinaan kita,” jelas Wahyu.
Untuk target kita meraih medali emas dari setiap cabang olahraga yang diikutsertakan. Bupati pun berpesan kepada seluruh atlet untuk menjaga kondisi tubuh, mengatur pola istirahat, dan memelihara kesehatan, karena hal itu menjadi modal paling mendasar untuk tampil maksimal saat bertanding.
“Harapan kami, setiap cabang olahraga bisa menyumbang medali emas. Dan kepada para atlet, kami berpesan: jaga kesehatan dan atur istirahat dengan baik. Itu adalah hal paling penting agar penampilan kita saat bertanding nanti bisa mencapai hasil terbaik,” harap Wahyu.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, dr. Neng Fitri Amalia, merinci data dan standar baru yang diterapkan dalam tes kesehatan dan fisik kali ini. Ia menyebutkan, dari 234 peserta yang hadir, terdiri atas 212 atlet laki-laki dan 122 atlet perempuan. Ia menekankan, metode pemeriksaan yang digunakan tahun ini berbeda jauh dari periode sebelumnya, dan kini sudah mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) kesehatan khusus atlet. (Yogi)














