BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melalui Biro Logistik (Rolog) menegaskan komitmennya dalam memastikan kesiapan logistik untuk mendukung personel saat pengamanan unjuk rasa (Unras). Hal ini disampaikan Karo Logistik Polda Jabar Kombes Pol. Asep Akbar Hikmana, Rabu (24/9/2025).
Dasar Hukum dan Peran Rolog
Pelaksanaan pengamanan unjuk rasa berlandaskan pada UU No. 9 Tahun 1998, Perkap No. 7 Tahun 2012, Perpol No. 3 Tahun 2024, serta Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian.
Rolog memiliki peran vital dalam manajemen logistik, mulai dari penyediaan perbekalan umum, peralatan, kendaraan, jasa angkutan, hingga pemeliharaan fasilitas.
Tiga Tahap Strategi Logistik
Kombes Pol. Asep menjelaskan bahwa strategi logistik terbagi menjadi tiga tahapan: pra, pelaksanaan, dan pasca-unjuk rasa. Pra-unjuk rasa: dilakukan pengecekan rutin, servis peralatan, serta penyimpanan senjata dan amunisi di gudang Sat Brimob Polda Jabar.
Pelaksanaan: koordinasi dilakukan dengan Dit Intelkam terkait jumlah massa, Biro Ops untuk jumlah personel, serta Biro Rena dan Bidkeu terkait anggaran. Dukungan konsumsi juga disiapkan melalui pihak ketiga maupun dapur lapangan. Distribusi logistik dibantu Dit Lantas atau Dit Samapta, dan jika situasi anarkis menggunakan kendaraan non-branding demi keamanan.
Pasca-unjuk rasa: dilakukan inventarisasi ulang, pendataan kerusakan, perbaikan, atau penghapusan barang, serta pengajuan penggantian ke Slog Polri.
Komitmen Dukungan Personel
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa logistik adalah aspek vital dalam mendukung keberhasilan operasi pengamanan.
“Kami memastikan seluruh kebutuhan logistik bagi personel pengamanan terpenuhi dengan baik. Kesiapan ini bukan hanya soal peralatan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran tugas Polri di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas satuan kerja dan stakeholder akan terus diperkuat untuk menghadapi dinamika unjuk rasa yang semakin kompleks.
“Logistik yang memadai berarti memberikan perlindungan maksimal, baik bagi personel maupun masyarakat. Prinsip kami jelas, semua harus berjalan dengan aman, tertib, dan humanis,” tutup Kombes Pol. Asep.(*)
Reporter | Rie’an/rik | Editor | Redaksi | nusacitra.com














